Rancang Bangun Sistem Kendali Suhu Dan Kelembaban Udara Penetas Ayam Berbasis PLC (Programmable Logic Controller)
Winarto, Bastaman Syah, Harmen
Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung
Jl. Soekarno-Hatta No. 10A, Bandar Lampung 35144 – Indonesia
Tel +62-0721-703995, Fax +62-0721-787309
E-mail: win412to@yahoo.co.id
Abstrak–Permintaan daging ayam dan telur yang cenderung meningkat. Penyediaan bibit ayam untuk skala besar masih dipasok oleh industri peternakan skala menengah ke atas. Komponen penyusun penetas skala menengah ke atas masih diimpor. Bila jumlah telur yang ditetaskan skalanya besar tidak memungkinkan dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan membuat sistem kendali suhu, kelembaban udara mesin penetas dan pemutar telur menggunakan PLC (Programmable Logic Controller), dan menguji unjuk kerja komponen dan sistem kendali hasil rancang bangun di laboratorium. Induk ayam berperan sebagai pengendali yang memiliki tugas mengkondisikan telur-telur yang ditetaskan agar tetap pada suhu dan kelembaban tertentu, analogi dengan kondisi tersebut dibuat sistem kendali suhu dan kelembaban ruang penetas menggunakan RNTC sebagai sensor suhu dan kelembaban. Kelembaban ruang tetas dipertahankan menggunakan nampan yang berisi air yang ditempatkan di bawah alas/rak peletakan telur yang dibuat dari bahan plat berlubang; sedangkan untuk membalik posisi telur dalam rak digunakan motor langkah. Berdasarkan uji komponen dan uji sistem diperoleh hasil kesalahan rangkaian sensor suhu sebesar 0,98%, suhu udara di dalam ruang tetas berkisar antara 35,9 oC – 38 oC dan kelembaban udara rata-ratanya 66%, persentase kesalahan pewaktu sebesar 0,41%, rak dapat membalik posisi telur sebesar setengah keliling telur.
Kata kunci: sistem kendali, suhu, kelembaban, penetas, PLC
Abstract–Demand of chicken and egg is tend to increase. Big scale stock of chick supplied by medium scale ranch industry. The component of hatch midscale still imported. If the egg scale is big do not enable in manual. The objectives of this research are to make a control system of temperature, humidity and return the egg position used the PLC (Programmable Logic Controller), and test of performance the component and control system designing. Hens are as controller that have to conditioning of eggs at remaining humidity and temperature, analogue with this condition, this research is making the control system using RNTC as sensor of temperature and humidity. Plate containing water was defending humidity that placed below rack of egg which made of a perforated plate; while to return the egg position in rack used to a motor step. The results of this research are error temperature sensor is 0,98%, air temperature in room hatch to range from 35,9oC – 38oC and average air humidity is 66%, percentage of mistake of timer is 0,41%, rack can return the egg position equal to half circle egg.
Keywords: control system, temperature, humidity, hatch, PLC.
Download Full Text : File .doc | File .pdf
Posted in Volume 2 No I Edisi Januari 2008.
Tagged with control system, hatch, humidity, kelembaban, penetas, PLC., sistem kendali, suhu, temperature.
By admin
– July 16, 2009
Simulasi Busur Api (ARC) Pada Pemutus Daya (Circuit Breaker) Dengan Menggunakan Program Matlab Simulink
Osea Zebua1 dan Henry B.H. Sitorus 1
1. Dosen Jurusan Teknik Elektro FT Universitas Lampung
Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
Abstrak–Pada saat CB (circuit breaker) melakukan pemutusan arus, akan terjadi busur api. Sebelum arus terputus, arus gangguan mengalir antara kontak-kontak circuit breaker. Akibat resistansi kecil dari kanal circuit breaker, arus mengakibatkan tegangan baru pada kontak-kontak CB yang disebut tegangan busur api. Busur api bertindak sebagai resistansi nonlinier. Pada makalah ini dibahas simulasi busur api yang terjadi pada CB dengan menggunakan program Matlab Simulik.
Fenomena busur api dimodelkan dengan menggunakan model Schavemaker dan sebagai pembanding digunakan model Mayr. Simulasi dilakukan dengan nilai daya pemadaman P0=10 MW, konstanta waktu t=1.10-5 detik, konduktansi awal g(0)=1.104 Siemens, konstanta daya pemadaman P1=0,995 pemisahan kontak (kontak terbuka pada waktu 0 detik dan nilai tegangan busur api sebelum kontak dibuka atau dipisah Uarc adalah nol.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi zero crossing didapat sebelum setengah dari periode gelombang arus yakni 0,0098 detik ( 50 Hz = 0,02 detik). Simulasi dilakukan untuk waktu buka CB yang berbeda-beda. Semakin cepat atau semakin lama CB dibuka dalam waktu setengah perioda menghasilkan nilai puncak tegangan busur api atau tegangan pulih transien yang semakin besar. Hal ini mesti diperhatikan dalam pendisainan kontrol waktu buka CB.
Kata Kunci : circuit breaker, arc model, arc interaction.
Abstract–When circuit breaker interrupt the current then the arc would occur. Before current interrupted, the fault current flows between contactors of circuit breaker. Because the small of resistance value of circuit breaker channel and then as a consequence the current results a new voltage at contactors of circuit breaker which is called the arc voltage. The arc acts a non linier resistance . This paper discuss arc simulation which is occurs on CB with using Matlab Simulink Program. The arc phenomenon had been modelled with using Schavemaker models and Mayr model used as a comparison. The simulation is performed with extinction power value P0 = 10 MW, time constant t = 1 x 10-5 second, initial conductance g(0) = 1 x 104 Siemens, extinction power constant P1 = 0.995, contact separation at 0 second and arc voltage before contact opened (Uarc) is zero. The simulation result shows that zero crossing condition is obtained before a half of current wave’s cycle which is at 0,0098 second (50 Hz = 0,02 second). The simulation ran for different circuit breaker opening time. More faster CB opened in a half cycle time results more bigger peak value of arc voltage or transient recovery voltage. This case must be taken into account designing of CB opening time.
Key words : circuit breaker, arc model, arc interaction.
Download Full Text : File .doc | File .pdf
Posted in Volume 2 No I Edisi Januari 2008.
Tagged with arc interaction., arc model, circuit breaker.
By admin
– July 16, 2009
Rancang Bangun Model Sistem Pemantauan Tinggi Muka Air Sungai Menggunakan Telemetri Radio
S. Ratna Sulistiyanti1, Warsito2, Andi Darmawan3
1. Dosen di Jurusan Teknik Elektro, FT-Universitas Lampung.
2. Dosen di Jurusan Fisika, FMIPA-Universitas Lampung.
3. Staf Pengajar di Jurusan Teknik Informatika, LPK-Griyacom, Bandar Lampung.
winantya@yahoo.com warsito@unila.ac.id
Abstrak–Sistem peringatan dini banjir digunakan untuk mencegah hal buruk yang akan terjadi. Unsur utama sistem peringatan dini ini adalah pengukuran tinggi muka air sungai, dengan menggunakan sensor jarak gelombang ultrasonik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu instrumen yang difungsikan untuk mengukur tinggi muka air sungai dengan ultrasonik dan mengirimkan data tinggi muka air sungai ke lokasi pusat data dengan frekuensi radio. Instrumen ini dirancang mengguna-kan pengendalimikro sebagai pemicu sen-sor dan penghitung waktu lintas gelom-bang ultrasonik, hasil pengukuran tersebut dimodulasi FSK lalu dikirimkan melalui gelombang radio pada frekuensi 88—108 MHz. Data yang diterima pada penerima FM dan didemodulasikan FSK selanjutnya dikirim ke komputer untuk ditampilkan dan disimpan. Hasilnya pada jarak 100 m sensor mampu mengukur tinggi muka air dengan skala perubahan terkecil mencapai satu milimeter, nilai kesalahan pengukuran pada air jernih sebesar 0,61% dan deviasi pada air keruh sebesar 2,29%. Sedangkan pengiriman data hasil pengukuran tinggi muka air dimodulasikan FSK dengan deviasi frekuensi Modulator FSK sebesar 5,98% pada pengiriman logika tinggi dan 6,22% pada logika rendah serta kestabilan frekuensi modulator yang baik.
Kata kunci: sistem peringatan dini banjir, sensor ultasonik, telemetri radio.
Abstract–The early warning system of flood is used to prevent and minimize a damage to be happened. The primary element for the early warning system is water level of river, using distance measurement based on ultrasonic wave. The objective of this research is to make an instrument that functioned to measure water level of river and send the data to data center using radio frequency. This instrument is designed using the microcontroller as a trigger sensor and time of flight numerator of ultrasonic wave, result of the measurement is modulated using FSK then sent using the radio wave at frequency 88—108 MHz. Data which have been received then sent to computer in order to be presented and recorded. For 100 m from sensor, water level can be measured with one millimeter scale, with 0.61% deviation for clear water. For dirty water, the deviation is 2.29%. Water level of river that modulated at modulator FSK for high logic is 5.98%, and for low logic is 6.22%. The stability of modulator frequency for all logics is good.
Keywords: early warning system of floods, sensor ultrasonic, radio telemetry
Download Full Text : File .doc | File .pdf
Posted in Volume 2 No I Edisi Januari 2008.
Tagged with early warning system of floods, radio telemetry, sensor ultasonik, sensor ultrasonic, sistem peringatan dini banjir, telemetri radio..
By admin
– July 16, 2009