Skip to content


Perancangan dan Simulasi Sistem Kompresi Suara dengan Transformasi DCT

Perancangan dan Simulasi Sistem Kompresi Suara dengan Transformasi DCT

Syaiful Alam

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Univeristas Lampung

alams@unila.ac.id

Abstrak–Tulisan ini membahas perancangan sistem kompresi suara menggunakan bahasa perancangan perangkat keras VHDL dan tools XACT Step 6.0 dari Xilinx Inc. dan Proseries dari Viewlogic Systems Inc. Proses ini meliputi design entry, simulasi, baik secara fungsional maupun pewaktuan statis. Frekuensi klok maksimum yang dapat digunakan untuk sistem kompresi ini adalah 2,8 MHz. Hasil simulasi pewaktuan sistem memiliki delay maksimum 44,5 ns. Hasil kompresi mendekati nilai optimal.

Kata kunci : kompresi suara, transformasi DCT, VHDL

Abstract—This paper discuss design of sound compression system using VHDL syntax, XACT tools step 6.0, Xilinx Inc. and Proseries View Logic System. This process covered entry design, simulation by functionally or static clock. The compression system using the maximum clock frequency 2,8 MHz. The simulation result of clock system has maximum delay 44,5 ns. The compression result close to optimum value.

Keywords: sound compression, DCT transformation, VHDL.

Download Full Text : File .docFile .pdf

Posted in Volume 2 No I Edisi Januari 2008.

Tagged with , , , .


Analisis Karakteristik Gangguan Hubung Singkat Antar Belitan Transformator Menggunakan Transformasi Wavelet Diskrit

Analisis Karakteristik Gangguan Hubung Singkat Antar Belitan Transformator Menggunakan Transformasi Wavelet Diskrit

Herman H Sinaga1, Henry B. H. Sitorus1, Risky2

1. Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung

Jl.Prof.Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

2. P.T. Budi Acid Jaya, Jl. Raya Way Abung km. 105 Gunung Batin Lampung Tengah

Abstrak–Gangguan transien dapat terjadi pada transformator dalam suatu sistem tenaga. Hal ini dapat terjadi akibat gangguan eksternal maupun gangguan internal. Gangguan dapat terjadi akibat terjadinya gangguan hubung singkat antar belitan transformator. Gangguan hubung singkat anatar belitan dapat memicu terjadinya kerusakan fatal pada transformator. Sehingga dibutuhkan pendeteksian gangguan hubung singkat antar belitan pada transformator. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sebuah transformator step up 220/500 volt dengan 5 tap pada primer dan 10 tap pada sekunder. Tiap tap pada sisi primer dan sekunder dihubungsingkatkan untuk menirukan gangguan antar belitan pada transformator. Pada sisi sekunder dihubungkan dengan beban yang juga di beri tap sebanyak 10 tap untuk menirukan gangguan hubungsingkat pada beban. Pengukuran dilakukan pada kedua sisi dan hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan analisis transformasi wavelet. Hasil pengujian memperlihatkan hasil pengukuran pada sisi sekunder memberikan hasil dekomposisi wavelet yang lebih mudah untuk membedakan keadaan gangguan hubung singkat antar belitan dengan gangguan hubung singkat pada beban. Dengan menggunakan analisis wavelet gangguan hubung singkat dapat diketahui dengan adanya spike yang dihasilkan.

Kata kunci : transformasi wavelet, gangguan hubung singkat, komposisi wavelet

Abstract—Transient fault could occur on transformer in power system. This is could be because of internal fault or external fault. Disturbance could be because of short circuit between winding of transformer or because of short circuit on load. Short circuit on transformer winding could lead to catastrophic failure of [1]transformer. So it’s needed to detect short circuit between winding on transformer before it breakdown. On this paper discussed experiment using a step transformer 220/500 volt with 5 tap on primer side and 10 tap on secondary side. Each tap on primary and secondary side is connected to simulated short circuit evidence in transformer winding. The transformer connected to resistif load that have 10 tap to simulated short circuit on load side. Measurements conduct on both side and analysis done using wavelet transformation analysis. Experiment result shows measurement result on secondary side gave wavelet decomposition that easier to discriminate fault result from normal condition. Fault condition could be known from spike that’s occurs on wavelet decomposition.

Keywords : wavelet transformation, short circuit fault, wavelet decomposition

Download Full Text : File .docFile .pdf

Posted in Volume 2 No I Edisi Januari 2008.

Tagged with , , , , , .


Implementasi Dt-51 Minsys Sebagai Pengendali Pony Binder Di PT. Dian Rakyat 2 Pulogadung-Jakarta Timur

Implementasi Dt-51 Minsys Sebagai Pengendali Pony Binder Di PT. Dian Rakyat 2 Pulogadung-Jakarta Timur

Diwantara Sebastian1, S. Ratna Sulistiyanti2, Syaiful Alam2

1. PT. Huawei Tech Investment, Ged BRI 2, Lt 22

Jl. Jend. Soedirman kav. 44-46 Jakarta 10210

2. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung


Abstrak–Telah berhasil dibuat di PT. Dian Rakyat 2 kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur, pengendali mesin pony binder dengan mengimplementasikan mikrokontroler DT-51 Minsys Ver 3.3. sebagai pengendali utama. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan membuat prototipe pengendali mesin pony binder. Dengan implementasi DT-51 MinSys Ver 3.3. sebagai pengendali, dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk memberikan informasi tentang masalah yang terjadi secara langsung pada tampilan LCD dan juga pengawasan yang meberikan informasi kondisi real tentang mesin melalui komputer dengan komunikasi serial.

Kata kunci: DT-51 MinSys Ver 3.3, crocontroller, Serial Communication

Abstract–Have been successfully made at PT. Dian Rakyat 2 Industrial Estate Pulogadung, East Jakarta, a microcontroller based controller for pony binder machine by implementing DT-51 MinSys Ver 3.3 as it main controller. By replacing the previous contactor based controller with microcontroller based controller there will be extra feature such as LCD display, serial communication and the ease in changing how the controller works. The method that was used in this research was making a prototype of the pony binder machine controller. By implementing DT-51 MinSys Ver 3.3 as its controller, we’ll expect some improvement in pony binder machine reliability by reducing the time that was needed to fix it by giving the information about the current problem in LCD display and also ease the supervision by giving the real condition about the machine through computer by using serial communication.

Keyword s: DT-51 MinSys Ver 3.3, crocontroller, Serial Communication

Download Full Text : File .docFile .pdf

Posted in Volume 2 No I Edisi Januari 2008.

Tagged with , , .